Beranda EKBIS Tertibkan Pengiriman Ternak, Bobot Dibawah 250 Kg Tidak Diberikan Rekomendasi

Tertibkan Pengiriman Ternak, Bobot Dibawah 250 Kg Tidak Diberikan Rekomendasi

BERBAGI
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Sirajuddin.

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa lebih tertib dalam pengiriman ternak ke luar daerah. Ternak yang bobotnya dibawah 250 kilogram tidak diberikan rekomendasi.

Kepala Disnakewan Kabupaten Sumbawa, Ir. Sirajuddin menjelaskan, berdasarkan Pergub bahwa ternak yang dikirim ke luar bobotnya 300 kilogram. Namun pengusaha tetap menginginkan dibawah bobot tersebut. Sementara berdasarkan Perda Sumbawa, bobotnya minimal 250 kilogram. Bupati pun sudah besurat supaya dapat dilakukan peninjauan ulang terhadap hal tersebut.

Berita Terkait:  Jurus Pemprov NTB Bantu UMKM Akses Pasar

“Pak Bupati sudah bersurat dua kali untuk ditinjau ulang kaitan itu. Tetapi hasil akhir itu masih dalam kajian,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (16/7).

Meskipun demikian, berdasarkan pertemuan Pepehani dengan Gubernur, pengiriman ternak dari Pulau Sumbawa masih diperbolehkan minimal 250 kilogram hingga Desember mendatang. Sambil dilakukannya revisi untuk tahun 2020 mendatang. Tentunya dibawah dari bobot tersebut maka tidak akan diberikan rekomendasi.

“Berdasarkan pertemuan Pak Gubernur dengan Pepehani itu, sampai Desember kita dibolehkan minimal 250 kilogram. Kita harus tertib untuk pengiriman ini. Kalau dibawah itu kita tidak merekomendasikan,” tegasnya.

Berita Terkait:  Inovasi Teknologi Kunci Industrialisasi

Sementara ini, lanjutnya, untuk ternak sapi dari 16.000 kuota, sudah 5.502 ekor terealisasi hingga Juni. Sedangkan kerbau, dari 1.600 kuota  sudah 793 yang terealisasi. Pengiriman ternak potong ini rata-rata ke Pulau Lombok. Pihaknya pun optimis kuota yang ada bia terpenuhi hingga akhir tahun mendatang. Karena biasanya di tahun sebelumnya pihaknya justru meminta penambahan kuota.

“Insya Allah bisa memenuhi kuota. Biasanya kita nambah. Karena ada bulan tertentu yang memang tinggi permintaan,” pungkasnya. (NM3)

Berita Terkait:  Bang Zul : Mari Ramah Investasi