Beranda EKBIS Puluhan Hotel di NTB Tutup, 3.310 Karyawan di Rumahkan

Puluhan Hotel di NTB Tutup, 3.310 Karyawan di Rumahkan

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Puluhan hotel di Nusa Tenggara Barat harus tutup untuk sementara waktu. Ini salah satu dampak akibat corona virus disease 2019 (COVID-19).

Kepada NUSRAMEDIA, Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Barat, Ni Ketut Wolini menjelaskan hingga saat ini ada 24 hotel yang tutup untuk sementara waktu.

“Berdasarkan data masuk, untuk anggota PHRI jumlah hotel yang tutup ada 24, sedangkan 32 hotel lainnya masih buka,” kata perempuan yang kerap disapa Wolini ini, Rabu (15/4) di Mataram.

Berita Terkait:  Pertanian Pola Irigasi Tetes Gebrakkan Baru Zul-Rohmi

Tak hanya itu, ia juga menyebutkan jumlah karyawan hotel yang dirumahkan akibat penutupan tersebut. Dari jumlah 24 hotel yang tutup itu lanjut Wolini, ada 1.932 orang karyawan harus dirumahkan.

Begitupun terhadap hotel yang masih buka. Dimana pihak hotel terpaksa harus merumahkan sebanyak 1.378 orang karyawannya. “Jadi total karyawan yang dirumahkan ini total keseluruhannya berdasarkan data masuk 3.310 orang,” ungkap Wolini.

Perlu diketahui kata dia, bahwa data tersebut merupakan data hari ini. Selain itu, data tersebut bisa saja berubah sewaktu-waktu. “Tergantung perkembangan. Jadi hotel-hotel yang tutup ini bukan tutup permanen, tapi hanya tutup sementara waktu saja,” kata Wolini.

Berita Terkait:  Bawaslu NTB Bantah Kunker Gubernur Distop

Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) NTB itu menerangkan, bahwa sejumlah karyawan yang dirumahkan ini juga diberikan pesangon.

Namun itu tergantung dari pihak hotel dimana mereka bekerja. “Ada yang diberi (pesangon), ada juga yang tidak. Tergantung hotelnya,” tuturnya.

“Mungkin perlu juga saya perjelas sedikit lagi. Mereka (karyawan hotel) yang dirumahkan ini bukan di PHK, hanya dirumahkan sementara waktu saja. Kalau kondisi sudah normal, mereka akan kembali bekerja dan mereka juga sangat mengerti dan kondisi saat ini. Semoga semuanya tetap diberikan kesehatan dan semua ini segera berlalu,” demikian Ni Ketut Wolini menambahkan. (red) 

Berita Terkait:  Butuh Strategi Jitu Ledakkan Kopi NTB ke Level Dunia