Beranda EKBIS Puluhan Hektar Sawah di Sumbawa Terancam Gagal Panen

Puluhan Hektar Sawah di Sumbawa Terancam Gagal Panen

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Seluas 45 hektar sawah di wilayah Desa marente, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa terancam gagal panen. Pasalnya dilokasi tersebut, saat ini mengalami kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Talifuddin, mengatakan, berdasarkan laporan petugasnya yang ada di lapangan, baru di Kecamatan alas yang melangami kekeringan, yakni di Desa Marente.

“Berdasarkan petugas yang ada lapangan, baru ada satu kecamatan yang mengalami kekeringan itupun diluar daerah irigasi yakni di Kecamatan Alas Barat, wilayah Desa Marente sudah terkena kekeringan. Masih dalam kategori ringan seluas 45 hektar hanya di daerah itu,” ujarnya kepada wartawan, Jum’at (28/6) lalu.

Berita Terkait:  Masih Beroperasi, Aparat Tegur Pemilik Pabrik Jagung di Lombok

Diungkapkannya, dilokasi yang dimaksud sudah ditanami padi. Lahannya sendiri merupakan tadah hujan. Petani berani menanam padi pada MK 2 ini dikarenakan berkaca pada tahun 2018 lalu dengan bulan yang sama, dimana di daerah setempat masih turun hujan.

“Itu sudah di tanam padi, sejak di tanam sudah tidak pernah hujan lagi, berdasarkan pengalaman tahun lalu bulan Mei Juni masih ada hujan, sekarang sudah tidak ada hujan. Sehingga yang di tanam seluas 45 hektar itu untuk kedepannya bisa jadi puso atau gagal panen. Karena tidak ada sumber air,” jelasnya.

Berita Terkait:  Butuh Keterbukaan dan Integritas Percepat Realisasi Investasi

Terhadap keadaan tersebut, pihaknya telah menghimbau kepada masyarakat setempat untuk menganti padi dengan tanaman lain yang tidak terlalu banyak membutuhkan air, seperti kacang hijau.

Selain di Desa Marente, wilayah lain yang berpotensi mengalami kekeringan bahkan menjadi langganan disetiap musim kemarau yaitu Kecamatan Moyo Utara, Moyo Hilir dan Lape. Untuk mengantisipasinya, Dinas Pertanian telah menyiapkan pompanisasi untuk membatu menyalurkan air jika wilayah tersebut mengalami kekeringan.

“Itu langganan, dan ketiga kecamatan itu indikasi kekeringannya sudah ada. Antisipasi yang dilakukan oleh dinas pertanian menyiapkan pompanisasi seandainya mengalami kekeringan, kerena ini daerah yang sering mengalami kekeringan,” pungkasnya. (NM3)

Berita Terkait:  Gubernur NTB Bahas TDC bersama PT GNE dan Kepala Desa