Beranda EKBIS Pemerintah Diminta Perkuat UMKM NTB

Pemerintah Diminta Perkuat UMKM NTB

BERBAGI

MATARAM — Pandemi COVID19 mampu memberikan efek yang luar biasa. Selain mengancam kesehatan masyarakat, aktivitas perekonomian dan lainnya nyaris melemah. Multiplayer efek virus itu terasa betul. Bahkan dianggap menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah penduduk miskin di bumi NTB.

“Pandemi COVID19 ini dampaknya luar biasa. Masyarakat miskin kita bertambah. Dari data BPS, dari Maret hingga September ditahun yang sama (2020), ada kenaikan sekitar 0,26 persen,” ungkap Anggota DPRD Provinsi NTB – Made Slamet di Mataram.

Ia menjelaskan, penurunan aktivitas ekonomi masyarakat akibat wabah Corona ini berpengaruh besar, sehingga menumbuhkan angka pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja dan tidak berjalan dinamisnya kegiatan ekonomi.

Berita Terkait:  Bang Zul : Ekonomi Mantap, Insya Allah Akan Disapa oleh Keadilan!

“Korelasinya pasti kemiskinan tinggi. Karena banyak sekali aktivitas-aktivitas ekonomi yang terhambat dan terhenti sehingga pergerakan ekonomi berkurang dan otomatis, orang-orang yang rawan miskin pasti menjadi miskin,” katanya.

Program strategis yang digelontorkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat baik berupa stimulus ekonomi dan jaring pengaman sosial (JPS) dalam menggerakkan ekonomi. Tapi itu semua belum bisa menekan keterpurukan ekonomi.

Pemerintah dalam hal ini menurutnya, harus memperkuat UMKM. Sebab selama ini sektor tersebut mampu berdaya dan berdiri kokoh dalam menopang ekonomi masyarakat.

“Semestinya usaha mikro kecil ini harus diberikan perhatian lebih. Tapi mereka kurang mendapat itu, sehingga mereka ikut tergerus. Sektor yang banyak mendukung kemiskinan adalah sektor-sektor besar,” imbuhnya.

Berita Terkait:  NTB Siap Lawan Rentenir Lewat "Mawar Emas"

Berkaca dari krisis ekonomi yang telah terjadi, sektor-sektor kecil itu mampu bertahan dan teruji. Justru yang tergerus adalah sektor-sektor besar ataupun industri.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) NTB menyebutkan bahwa Jumlah penduduk miskin di Nusa Tenggara Barat pada September 2020 tercatat sebesar 746,04 ribu orang. Sementara pada Maret 2020 mencapai 713,89 ribu orang.

Koordinator Fungsi Statistik Sosial Badan Pusat Statistik Provinsi NTB, Arrief Chandra Setiawan, menyebutkan, pada September 2020, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan tercatat sebesar 389,60 ribu oraang. Sedangkan penduduk miskin di daerah perdesaan sebesar 356,44 ribu orang.

Berita Terkait:  Tersisa 23 Desa Belum Cairkan DD

Menurutnya, Pandemi Covid-19 berdampak terhadap pendapatan akibat banyaknya pengangguran. Untuk itulah kedepan pihaknya berharap agar, program stimulus ataupun bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar dimaksimalkan sebab berdampak positif bagi pengurangan beban masyarakat.

Arif Chandra Setiawan menambahkan, periode Maret 2020 hingga September 2020, Indeks Kedalaman Kemiskinan di Nusa Tenggara Barat mengalami kenaikan dari 2,577 menjadi 2,740.

“Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin di Nusa Tenggara Barat cenderung menjauh dari Garis Kemiskinan. Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan juga mengalami peningkatan dari 0,611 pada Maret 2020 menjadi 0,730 pada September 2020 sehingga kesenjangan diantara penduduk miskin semakin melebar,” demikian. (red)