Beranda EKBIS Pedagang Musiman Dilarang Berjualan di Jalan

Pedagang Musiman Dilarang Berjualan di Jalan

BERBAGI
Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbawa, Arif Alamsyah.

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA – Didalam bulan Ramadhan ini, sejumlah pedagang musiman seperti penjual pakaian, aksesoris, sandal dan sepatu dari luar Kota Sumbawa mulai berdatangan di Sumbawa.

Pada tahun 2017 lalu, para pedagang musiman tersebut memadati dan berjualan di sepanjang jalan Multatuli, tepatnya di depan TK Sandi Putra, Kota Sumbawa.

Karena saat itu banyak keluhan yang muncul, maka kini tidak lagi diizinkan oleh Pemkab Sumbawa. Hal itu disampaikan Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbawa, Arif Alamsyah kepada wartawan.

Berita Terkait:  DPMPTSP NTB Ajak Semua Elemen Ramah Investasi

“Dulu Multatuli dipasang terop, sekarang tidak dibolehkan dan tidak diizinkan dalam hasil pertemuan. Karena ada keluhan masyarakat sama SD dan TK. Kami sangat terganggu katanya jika melihat tahun 2017,” ujarnya yang didampingi Kabid Pasar Sirajuddin, Jum’at (10/5).

Diungkapkannya, terkait hal ini sudah dibahas bersama sejumlah pihak terkait. Dimana pedagang musiman dimaksud tidak diberikan izin, sedangkan khusus penjual kuliner khas Sumbawa atau takjil dibolehkan tetapi tidak diperkenankan membangun tenda.

Keputusan ini diambil karena adanya saran dari Dinas Perhubungan, bahwa jalan yang digunakan adalah jalan negara yang dapat menggangu akses masyarakat. Termasuk juga dengan adanya permintaan dari para pedagang pasar sementara Desa Kerato, yang menginginkan mereka untuk berjualan di tempat yang sama.

Berita Terkait:  Dongkrak Ekonomi NTB, ACT Beli Ternak Sumbawa

“Pokoknya pake meja biasa. Kalau pedagang musiman yang dari luar Sumbawa, dari Lombok atau Jawa, kalau ingin berjualan bisa diberi rekomendasi tapi bersatu dengan pasar seketeng yang ada di Kerato. Karena itu permintaan mereka. Kalau mereka berjualan di Para Kerato, kebetulan lahannya masih ada, silahkan katanya. Supaya disitu bersaing,” jelasnya. (NM3)