Beranda EKBIS Industrialisasi, Menuju NTB Sejahtera dan Mandiri

Industrialisasi, Menuju NTB Sejahtera dan Mandiri

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM MATARAM — Tidak mungkin akan ada kemajuan tanpa peningkatan nilai tambah pada produk-produk yang di miliki NTB.

Dan peningkatan nilai tambah itu, tidak akan terjadi tanpa industrialisasi. Dan industrialisasi tak akan ada tanpa teknologi.

Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah dan Hj. Siti Rohmi Djalilah (Duo Doktor) membuka Kuliah Umum dan Diskusi Penyusunan Roadmap Industrialisasi NTB, di Aula Bappeda Provinsi NTB, belum lama ini.

Ia menguraikan beberapa hal yaitu terkait industrialisasi. Tanpa industrialisasi menurut Gubernur, mimpi tentang kemajuan NTB akan sulit direalisasikan.

Berita Terkait:  Sandiaga Uno Dipastikan Datang, Panitia Persilahkan Pendukung 01 Hadiri YES 2019

Karenanya, untuk maju, NTB butuh industrialisasi. Industrialisasi, kata Zul adalah proses besar untuk terus meningkatkan produksi dan menambah nilai tambah pada produk- produk tersebut.

Terlebih langkah langkah pertama kata dia adalah hal yang harus dilakukan dalam meningkatkan ekonomi dengan memberi nilai tambah pada setiap produk yang akan dipasarkan.

Ajourney of thousand miles, should be started by a single step (Jalan panjang, selalu harus di mulai dengan langkah pertama, Red),” kata Gubernur.

Dijelaskannya, tidak ada Kabupaten/Kota, dan Provinsi yang akan mampu mencicipi kesejahteraan, kemakmuran, tanpa Industrialisasi.

Berita Terkait:  Surplus, 7000 Ton Beras Dikirim ke NTT

“Industrialisasi tidak identik dengan pabrik-pabrik besar, tidak identik dengan perusahaan sebesar Newmont. Tapi industrialisasi adalah seperti  produk pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan serta aneka produk kain tenun, kita olah disini menjadi barang jadi, tidak dikirim dan dipasarkan dalam bentuk bahan baku/mentah,” ungkap Zul.

NTB memiliki lanjutnya memiliki madu hutan, harus diolah terlebih dahulu menjadi berbagai macam produk. Ada obat dari madu, ada madu Sachet dan lainnya.

“Dua atau tiga tahun ke depan, kita tidak boleh lagi membanggakan rumput laut yang tidak diolah, tidak boleh lagi menjual sapi atau kerbau hidup ke luar daerah, semuanya harus diolah di sini,” terangnya.

Berita Terkait:  DPMPTSP Sumbawa Gelar “Diskusi Forum Perudangan”

“Dua tahun ke depan, kita tidak lagi jual jagung atau gabah ke luar daerah tapi akan punya pabrik penggilingan padi di sini, jagung, begitu juga rumput laut. Insya Allah, tahun depan Bulog akan menghadirkan pabrik penggilingan beras terbesar di NTB,” demikian Gubernur.

Untuk diketahui, hal ini diuraikan Zul dihadapan Sekda bersama seluruh Kepala Perangkat Daerah, Kepala BI, BPS, Akademisi dan para pemangku amanah pembangunan NTB lainnya. (NM1)