Beranda EKBIS Harga Jual Bawang Merah Dinilai Bagus, Doktor Raihan : Jangan Impor Dulu!

Harga Jual Bawang Merah Dinilai Bagus, Doktor Raihan : Jangan Impor Dulu!

BERBAGI
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Raihan Anwar. (Bobby Maramis)

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Nampaknya para petani bawang merah di Nusa Tenggara Barat sedang menikmati harga penjualannya dan bisa dikatakan saat ini mereka boleh tersenyum lebar. Pasalnya, hasil penjualan dinilai cukup baik.

Dimana saat ini harga jual bawang merah sendiri berkisar di angka Rp 2 hingga RP 2,3 juta perkwintal atau 100 Kilogram (Kg). Harga jual ini tentunya cukup ideal jika melihat biaya produksi pertanian yang cukup tinggi.

Untuk itu, Anggota Komisi II DPRD NTB, Raihan Anwar meminta kepada pemerintah agar tidak dulu mengimpor bawang merah.

Berita Terkait:  MotoGP 2021 Jadi Momen Bangkitkan Produk Lokal NTB

Karena kata politisi Nasdem ini, apabila bawang merah impor sudah masuk ke daerah (NTB, Red), maka harga jual bawang merah local diyakininya akan merosot.

“Petani kita sedang menikmati harga jual bawang merah yang cukup bagus. Untuk itu (Pemerintah Pusat), jangan impor dulu,” kata pria yang akrab disapa Doktor Raihan kepada NUSRAMEDIA, Kamis (20/6) di Mataram.

Tak hanya itu, wakil rakyat jebolan asal Dapil VI Dompu-Bima ini juga menjelaskan kisaran harga yang membuat petani tidak meraup keuntungan.

Berita Terkait:  530 UKM/IKM Dilibatkan dalam JPS Gemilang Tahap II

Yaitu jika komoditas ini hanya laku terjual dibawah Rp 1,5 juta perkwintal. Kondisi seperti itu tidak jarang terjadi, sehingga merugikan petani. Sebab biaya produksi bawang cukup tinggi. Misalnya saja biaya obat-obatan membutuhkan sekitar Rp 20 – 25 juta perhektarnya.

Untuk diketahui, bahwa sentra bawang merah di NTB tersebar di beberapa wilayah seperti di Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa bahkan Kabupaten Lombok Timur. (NM1)