Beranda EKBIS Harga Cabai di Sumbawa Tembus Rp 80 Ribu per Kilogram

Harga Cabai di Sumbawa Tembus Rp 80 Ribu per Kilogram

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Dalam rentang waktu sekitar satu bulan, harga cabai rawit di Kabupaten Sumbawa mengalami peningkatan signifikan. Pada awal Juli lalu, harga cabai berada dikisaran Rp 30 ribu per kilogram dan awal Agustus ini tembus mencapai Rp 80 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan melalui Kapala Bidang Perdagangan, Rudy Lang, mengatakan, kenaikan harga cabai karena kurangnya pasokan ditingkat pedagang. Kelangkaan pasokan cabai ini tidak hanya terjadi di tingkat Daerah, namun menjadi permasalahan Nasional.

Berita Terkait:  DPMPTSP NTB Ajak Semua Elemen Ramah Investasi

“Yang cukup trand sekarang kekurangan pasokan cabe, cabe rawit khususnya. Ini bukan hanya masalah di Daerah kita, sepertinya masalah nasional,” ujarnya, Kamis (1/8) kemarin.

Diterangkannya, salah satu solusi menangani persoalan ini, masyarakat dapat membuat dapur hidup disetiap rumah tangga. Dimana setiap rumah tangga mengupayakan menanam bumbu-bumbu yang sekiranya bisa ditanaman di pekarangan maupun di dalam pot.

“Kalau ditanya solusinya seperti apa, kita cari alternative untuk cabai, kalau dalam jangka panjang sebenarnya kita ingin ada semacam dapur hidup disetiap rumah tangga, setiap rumah tangga upayakan menanam bumbu-bumbu yang sekiranya bisa ditanam dipekarangan maupun dalam pot,” paparnya.

Berita Terkait:  Bela dan Beli Produk Lokal, Bang Zul : Ayo Kunjungi NTB Mall!

Terhadap kenaikan harga cabai, ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak berlebihan dalam membeli, sebab, jumlah permintaan akan mempengaruhi harga. Dimana, jika permintaan tinggi maka harga juga akan ikut tinggi.

Sebaliknya jika permintaan biasa-biasa saja, maka dengan sendirinya pedagang akan menurunkan harga. Ia juga menghimbau kepada para pedangang untuk menjaga ketersediaan stok dan stabiliasi harga.

“Pengaruhnya di konsumen, kalau permintaan biasa-biasa saja, pedagang dengan sendiri menurunkan harga, kita harapkan adanya keseimbangan, jadi ada control dari masyarakat,” pungkasnya. (NM3)

Berita Terkait:  Doktor Zul : Perlakukan Investor Seperti Keluarga Sendiri