Beranda EKBIS Gelar Ratas, Bupati Minta Jangan Ada Aktivitas Dipasar Seketeng

Gelar Ratas, Bupati Minta Jangan Ada Aktivitas Dipasar Seketeng

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Hingga saat ini, masih ada pedagang di Pasar Seketeng yang enggan pindah ke Pasar sementara Desa Kerato. Terkait Hal itu,  Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril, B. Sc menginstruksikan kepada seluruh pedagang dimaksud untuk kembali berjualan di Pasar Kerato dan memberhentikan aktivitas perdagangan di Pasar Seketeng hingga selesainya pembangunan.

“Saya instruksikan kepada  Wakasat Pol PP, mulai hari ini untuk dapat mengawasi dan mengamankan pasar seketeng, jangan ada lagi aktivitas di pasar seketeng, dan kepada ibu-ibu pedagang ikan dan sayur, saya himbau secara persuasif untuk segera pindah kembali ke pasar kerato,” ujar Bupati dalam rapat terbatas (Ratas) membahas pedagang Pasar Seketeng, di Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (7/5).

Berita Terkait:  Bupati Najmul : Jika Tak Gunakan Teknologi, Daerah Kita Akan Tertinggal!

Para pedagang enggan berjualan di Pasar Kerato beralasan karena sepi pembeli, serta sarana dan prasarana yang kurang memadai. Dalam hal ini Bupati meminta kepada para pedagang untuk dapat bersabar dan ikhlas serta tetap berdoa memohon kepada tuhan yang maha kuasa untuk kelancaran rejeki. Mengingat proses pengerjaan pasar seketeng yang menelan biaya sebesar 58 milyar, akan memakan waktu sekitar 6-8 bulan, dimana tanggal 11 juni 2019 mendatang sudah ada pemenang tender.

Bupati juga menyerukan kepada Kepala Bapenda beserta jajarannya untuk bergerak cepat, dan terjun langsung melakukan pengawasan di Pasar Kerato. Termasuk dengan Camat Unter Iwes untuk tetap berkoordinasi dengan karang taruna beringin jaya Desa Uma Beringin, untuk memastikan tidak terjadi pungli di Pasar Kerato.

Berita Terkait:  Tersisa 23 Desa Belum Cairkan DD

“Mari dukung pemerintah untuk membangun pasar seketeng yang benar-benar representatif, demi kemajuan daerah kita, sehingga kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumbawa benar-benar dapat terwujud,” jelas Bupati.

Sementara Dandim 1607 Sumbawa Letkol Inf. Syamsul Huda, SE.,M.Si menyampaikan, bahwa tujuan digelarnya rapat tersebut, terkait aksi demo yang dilakukan pedagang eks pasar seketeng 2 hari yang lalu, untuk menyatukan persepsi dan menyelesaikan masalah yang ada antara pengelola pasar dalam hal ini Bapenda sebagai representasi dari Pemda, para pedagang, dan karang taruna yang harus mendapat porsi sesuai. Sehingga keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumbawa tetap terjamin, tanpa ada upaya premanisme dan arogansi dari pihak manapun.

Berita Terkait:  11 Lumbung Pangan di Sumbawa “Mati Suri”

Dalam rapat tersebut dihadiri pula oleh Kabag Ops, Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Kadis Bapenda beserta jajaran, Kadis Perhubungan, Kadis Lingkungan Hidup, Wakasat Pol PP, Camat Unter Iwes, Lurah Seketeng, Kepala Desa Uma Beringin beserta ketua karang taruna beringin jaya, para pedagang eks pasar seketeng. (NM3)