Beranda EKBIS Contohi Bandung Bebas Sampah, Bernilai Ekonomis

Contohi Bandung Bebas Sampah, Bernilai Ekonomis

BERBAGI

“Pemerintah Didukung Kesadaran Masyarakat”

NUSRAMEDIA.COM, BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat  mulai membuktikan hasil dari penanganan dan pengelolaan produksi sampah masyarakat. Ini terlihat dari sejumlah wilayah yang dijadikan pilot projek.

Salah satunya seperti di RW 09 Kelurahan Sukaluyu, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung sebagai percontohan wilayah bebas sampah.

Di wilayah tersebut, memiliki taman lansia yang juga diperuntukan sebagai pengelolaan sampah. Dalam hal ini pembuatan  kompos organik padat dan cair serta biogas yang dapat digunakan untuk memasak.

Ketua RW 09 Kelurahan Sukaluyu, Iwan Kurniawan mengakui, awal menjadikan wilayah bebas sampah sangat lah sulit.

Karena kendala disetiap daerah hampir sama yaitu masih minimnya kesadaran masyarakat. Sehingga pihaknya sebagai perangkat pemerintah tingkat bawah, lebih dulu melakukan.

“Sebelum melakukan sosialisasi petugas harus gencar turun dulu memungut sampah lalu kami memberikan sosialisasi agar sama-sama sadar lingkungan bebas sampah,” ujarnya kepada rombongan Pemprov NTB

Meskipun belum seluruhnya, namun sekarang ini kesadaran masyarakat di wilayah setempat sudah mulai muncul.

Dimana ada tiga petugas sampah yang digaji Sukarela untuk mengangkut sampah disetiap rumah dengan pemilihan tiga jenis sampah organik, non organik dan residu sampah.

Sebelum diangkut petugas, masyarakat lebih dulu harus memilah ketiga jenis sampah itu. Untuk sampah organik terbagi menjadi dua yaitu jenis keras dan lunak, Sedangkan non organik yang bisa didaur ulang dijual atau diberikan kepada petugas sebagai pemasukan mereka. Adapun residunya diangkut ke TPA.

“Di satu kelurahan terdapat 40 personil yang mengangkut sampah sekitar 70 kilo dalam satu hari. Lalu sampah tersebut di proses menjadi kompos yang nantinya akan digunakan untuk tanaman. Bahkan sampah organik juga dikelola untuk menghasilkan biogas dan dapat digunakan untuk memasak,” jelasnya.

Sementara Pendamping Kelurahan Sukaluyu, Dinas LHK Pemkot Bandung, Muh Riyanto mengatakan, awalnya 20 Kecamatan ditargetkan bebas dari sampah dengan 12 model kelurahan. Hasilnya sampai saat ini sudah tersebar di 30 kecamatan.

“Selain didampingi Dinas LHK Kota Bandung, berhasilnya kelurahan bebas sampah juga tidak terlepas dari kesadaran masyarakat. Sehingga pelaksanaannya bisa berjalan sampai tingkat RW,” ujarnya.

Dijelaskannya, sebagai penerapan Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) semua RW yang dijadikan model bebas sampah memiliki jadwal gotong royong Jumat dan Ahad bersih.

Ini kegiatan rutin yang berlaku di semua model kelurahan bebas sampah. Untuk menyadarkan warga dibutuhkan waktu empat tahun berproses namun bagi RW 09 Kelurahan Sukaluyu progres kesadaran masyarakat sudah mencapai 60 persen.

‘”Setiap RT dalam satu hari ada yang piket gerakan pungut sampah (GPS),” demikian Riyanto. (NM3)