Beranda EKBIS Bulog Mulai Serap Gabah Petani

Bulog Mulai Serap Gabah Petani

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Hingga pekan lalu, Perum Bulog Sub Divre Sumbawa sudah melakukan penyerapan gabah petani di dua Kabupaten yakni Sumbawa dan Sumbawa Barat. Penyerapan ini dilakukan untuk mengamankan harga ditingkat petani.

Kepala Bulog Sumbawa, Hery Sulistyo mengatakan, penyerapan gabah petani ini sudah dilakukan terhadap petani di KSB yang berada di Kecamatan Brang Rea dan Brang Ene. Rencananya hal serupa juga akan dilakukan bagi daerah lainnya yang sudah masuk masa panen.

“Kalau KSB memang sudah duluan bulan kemarin (Maret) sudah banyak panen, mulai dari Brang Rea, Brang Ene. Karena kita di KSB baru satu mitra yang ada disana,” ujarnya kepada wartawan, Senin (8/4).

Berita Terkait:  Sampoerna : Ayo Bangun Kembali Ekonomi Lombok!

Sementara untuk di Kabupaten Sumbawa, penyerapan gabah petani juga sudah dilakukan. Hingga Sabtu lalu yang sudah diserap Bulog sebanyak 3.500 ton. Dan ini akan terus dilakukan, apalagi pada Bulan April ini memasuki puncak masa panen.

“Inikan bertahap panennya, dilihat dari tingkat serapan harian kita terus meningkat. Artinya mulai dari wilayah barat sudah mulai panen, dari Plampang, Lape sampai sekitar Lopok. Puncaknya Bulan April, mungkin minggu kedua saya lihat dari pertumbuhan padi di lapangan,” ujarnya.

Berita Terkait:  NTB Kembangkan Lobster dan Rumput Laut

Diungkapkan, tujuan penyerapan gabah ini untuk mengamankan harga ditingkat petani sesuai harga Impres. Kemudian untuk mempercepat penyerapan juga, karena prosesnya lebih cepat gabah daripada beras.

“Saat ini kondisi gudang induk kita masih penuh dengan bersa. Jadi untuk tahun ini memang ditargetkan penyerapan gabah terlebih dahulu melalui gudang-gudang yang ada dipenggilingan mitra. Sudah banyak gudang mitra yang kita gunakan untuk menyimpan gabah itu, dari Sumbawa dan Sumbawa Barat,” tuturnya.

Adapun strategi penyerapannya yang dilakukan yakni dengan mengaktifkan mitra yang ada. Baik mitra suwasta maupun kelompok tani. Bulog juga mencoba mendekati kelompok tani, sehingga penyerapan bisa lebih maksimal dengan menggunakan gudang yang dimiliki kelompok tani.

Berita Terkait:  Stabilkan Perekonomian, Gubernur NTB Apresiasi Kinerja Bupati/Walikota

Hal itu bisa mengurangi biaya, artinya tidak perlu mengirim ke gudang milik Bulog. “Kita juga melakukan monitoring. Setiap minggu tim kita keliling ke wilayah yang mau panen dan sedang panen,” demikian. (NM3)