Beranda EKBIS Awal Puasa, Sejumlah Harga Komoditas Naik

Awal Puasa, Sejumlah Harga Komoditas Naik

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Memasuki bulan puasa, sejumlah komoditas diketahui mengalami lonjakan harga. Terutama pada bawang putih dan daging ayam kampung yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi. Yakni masing-masing 40 persen dan 70 persen

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Perdagangan, Lang Rudy menyebutkan, lonjakan harga bawang putih di hari pertama puasa hingga Rp. 70 ribu/kg dari Rp. 50 ribu/kg sebelum puasa. Sementara daging ayam kampung juga terpantau mengalami lonjakan, yakni naik 70 persen dari Rp. 50 ribu/kg menjadi Rp. 85 ribu/kg.

“Jadi khusus bawang putih ada selisih harga yang cukup tinggi, penyebabnya  karena ketersediaan bawang putih di pasar sangat terbatas. Karena bawang putih ini, persoalannya bukan hanya di Sumbawa atau NTB, tapi secara nasional,” ujarnya, Selasa (7/5).

Berita Terkait:  Gubernur Serukan Bangun Industri Kesehatan di NTB

Ditambahkannya, meskipun tidak setinggi harga bawang putih dan daging ayam kampung, ada juga komodiri lainnya yang mengalami lonjakan harga. Seperti  Cabe merah keriting naik 34,62 persen menjadi Rp. 35 ribu/kg dari Rp. 26 ribu/kg. Cabe merah besar naik 25 persen menyentuh angka Rp. 35 ribu/kg dari Rp. 28 ribu/kg, cabe merah rawit  juga naik 25 persen menjadi Rp. 35 ribu/kg dari Rp. 38 ribu/kg.

Kemudian harga kelapa naik 12,5 persen menjadi Rp. 9 ribu/butir dari Rp.8 ribu/butir, daging ayam broiler  naik 5 persen menjadi Rp. 42 ribu/kg dari Rp.40 ribu/kg. Harga ikan laut naik 20 persen dari Rp. 50 ribu/kg menjadi Rp. 60 ribu/kg. Untuk Daging sapi juga  ada fluktuasi hingga Rp. 120/kg.

Berita Terkait:  Sejumlah Produk Unggulan UMKM NTB Dipamerkan di Jakarta

Sementara komoditi  yang justru turun, antara lain bawang merah dari Rp. 30 ribu/kg menjadi Rp. 25 ribu/kg, Kacang tanah dari Rp. 22 ribu/kg menjadi Rp. 20 ribu/kg. Untuk kacang tanah, disebabkan karena harga turun di tingkat pedagang pengumpul.

Menurutnya, hampir semua komponen kebutuhan sehari-hari mengalami kenaikan harga, kecuali beberapa komoditas yang bisa dijamin stabil oleh pemerintah. Seperti beras, gula pasir, minyak goreng dan terigu.

“Dalam hal ini, pemerintah bisa melakukan operasi pasar, jika terjadi lonjakan harga, karena pemerintah memiliki stock melalui bulog. Bulog siap untuk operasi pasar. Semenatara fungsi toko swalayan, dalam hal ini Alfamart, indomart, mereka juga  ada fungsi stabilisasi harga untuk komoditi minyak goreng dan gula pasir sesuai het,” terangnya.

Berita Terkait:  Libatkan 4.673 UKM/IKM, Besok JPS Gemilang Tahap III Didistribusikan

Di luar komoditi itu ungkapnya,  pemerintah sudah menghimbau kepada pedagang maupun distributor melalu SE bupati untuk menjaga stok.

“Jadi kami menghimbau kepada konsumen untuk menahan diri berbelanja dalam jumlah yang berlebihan. Sebab, dengan kita menahan diri, maka permintaan terbatas, sehingga harga bisa terkontrol. Sebab kalau kita jor-joran belanja, sangat memepengaruhi harga. Ketika kita beli sesuai kebutuhan, itu salah satu fungsi menjaga kestabilan harga,” ujarnya.

Kepada pedagang, pemerintah juga menghimbau untuk mengambil keuntungan secara wajar.

“Ada sanksi, jika mereka melakukan spekulasi, ancaman UU perdagangan cukup tinggi, yakni kurungan 5 tahun, dan denda sampai Rp. 50 miliar jika melakukan spekulasi. Cotoh barang kebutuhan pokok disimpan dalam jumlah banyak, dan sedikit demi sedikit di lepas ke pasaran,” pungkasnya. (NM3)