Beranda ADVERTORIAL STIP Sebagai Model

STIP Sebagai Model

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi NTB sesuai janji politik Pemerintahan Zul-Rohmi saat ini adalah pada pengembangan taman pendidikan di Science Technology Industrial Park (STIP), yang sebelumnya bernama Agro Edu Wisata.

Pengembangan STIP merupakan 1 diantara 15 komitmen Gubernur yang langsung mendapat perhatian.

Gubernur berharap, STIP nantinya tidak hanya berdiri di Pulau Lombok, akan tetapi akan lahir Technopark-Technopark lainnya yang tersebar di Pulau Sumbawa.

Ia menjadi model pembangunan ekonomi dan iklim investasi yang berkembang baik di NTB.

STIP juga merupakan salah satu program 100 hari Gubernur, dan telah di launching secara resmi pada acara ulang Tahun NTB ke-60 pada 17 Desember 2018.

Sebagai sebuah program unggulan, pengembangan STIP diharapkan akan menjadi rujukan bagi Technopark di seluruh Indonesia.

STIP dimulai dengan langkah awal pada pengembangan industri permesinan dan pendirian Hotel SMK  yang nantinya akan langsung dikelola oleh lulusan SMK di NTB.

Beberapa target yang mencakup program –program yang akan dikembangkan pada STIP.

Target pertama adalah pada masalah produk, yang kedua sertifikasi produk, kemudian informasi, wirausaha baru, kerjasama dan bisnis proses, serta tempat belajar dan wisata.

Sedangkan program-program yang akan dijalankan pada masing-masing target antara lain adalah, pabrikasi produk permesinan, training/kursus wirausaha, uji pasar produk IKM, bisnis model (Hulu hilir), NTB Miniatur, serta Taman Edukasi dan Teknologi.

Berita Terkait:  Sinergitas Diharapkan Terus Terjaga untuk NTB Gemilang

Adapun instansi yang dilibatkan pada pengembangan STIP nantinya adalah Dinas Perindustrian, Dinas Kominfo, Dinas Koperasi dan UKM, SMK Pariwisata, Dinas Perdagangan, serta beberapa OPD serta pihak terkait lainnya.

Struktur organisasi yang dilibatkan meliputi Direktur, Manager Umum Dan Keuangan, Manager Edukasi dan Wisata, Manager Pengembangan Teknologi dan Inovasi serta Manager Kerjasama dan Bisnis Proses.

Terkait hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) NTB H. Rosiady M.Sayuti, saat memberi arahan pada Rapat Penyusunan Roadmap Industrialiasasi di Ruang Melati Kantor Gubernur NTB (22/4), menegaskan  STIP diarahkan untuk menyediakan permesinan.

Diharapkan fokus pada industri yang potensial, tegas Pak Ros (sapaan akrabnya). Sehingga hasilnya tampak nyata. Contohnya pada hilirisasi sektor pertanian.

Jika fokus pada jagung, maka STIP akan fokus menyediakan mesin pengolahan jagung, terangnya.

Ia mencontohkan seorang pengusaha lokal, Ihwam dari Lombok Timur, yang sudah punya workshop pembuatan berbagai mesin seperti mesin pemipil jagung, perontok padi, traktor, dan alsintan lainnya, yang kualitasnya tidak kalah dengan produk daerah lain.

Berita Terkait:  Tiap Tahun BLK-LN PT PDS Kirim 10% Warga NTB ke LN

Hal seperti itulah, menurut Rosiady yang bisa dimasukkan kedalam roadmap industrialisasi. “Jadi fokus kita pada industri alat dan mesin pertanian. Sehingga kedepan, untuk kebutuhan hilirisasi produk pertanian, peternakan kelautan, mesinnya sudah tersedia,” ujarnya.

Progam aksi yang sudah disepakati dengan Dirjen perindustrian adalah pembangunan pabrik pakan mini dengan nilai investasi sebesar Rp 5 Miliar lebih.

Namun yang perlu dipastikan adalah ketersediaan bahan baku, disamping pemasaran. Jangan sampai karena ketidaksediaan bahan baku, maka mesin/pabrik yang ada, tidak bisa beroperasi, kata Sekda mengingatkan.

Untuk merancang hal ini kata dia, membutuhkan keterlibatan stakeholder terkait. Misalnya untuk menyusun kebutuhan industri tenun, maka mesin apa yang dibutuhkan.

Sehingga perlu pelibatan semua pihak yang selama ini terjun didalamnya. Tentu hal ini harus dimulai dari sektor-sektor unggulan. Karena tidak semua sektor dapat disentuh sekaligus.

Sementara itu, Kepala BPS NTB mengungkapkan bahwa berdasarkan data sensus BPS, 99 persen industri di NTB adalah UMKM dan sisanya industri menengah dan besar.

Kontribusi industri masih berkisar 5 persen. Karena itu, pihaknya siap memberikan dukungan data untuk memetakan potensi industri di NTB yang berpeluang untuk dikembangkan dan dituangkan kedalam roadmap.

Berita Terkait:  Pemda KLU Gelar Halal Bihalal

Hal senada diungkapkan Kepala BI, yang mengusulkan  pentingnya industrialisasi di sektor pariwisata. Mengingat potensi sektor pariwisata di NTB sangat potensial dalam mewujudkan NTB Gemilang ekonomi.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Hj. Siti Rohmi Djalilah menyatakan sangat setuju dan mendukung dengan apa yang disampaikan gubernur terkait pandangan Doktor Zul mengenai Industrialisasi.

Karenanya, organisasi perangkat Daerah (OPD) perlu melakukan perubahan mindset, dan meninggalkan ego sektoral.

Karena konsep yang disampaikan oleh Gubernur menurutnya adalah konsep besar, yang harus mampu dijalankan bersama.

“Kita harus mampu merencanakan tahun pertahun dari program kerja kita. Semua kepala OPD harus benar-benar responsif terhadap berbagai hal yang terjadi dalam mendukung iklim industrialisasi di NTB,” tambah Hj Rohmi.

“Perencanaan dan pengembangan harus diawali dengan potensi yang ada di daerah ini. Kuncinya adalah koordinasi, komunikasi dan kerjasama seluruh stakeholder di daerah ini. Mindset kita harus beralih sebagai yang melayani,” demikian Wagub NTB.

Untuk diketahui, Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah dan Hj. Siti Rohmi Djalilah (Duo Doktor) membuka Kuliah Umum dan Diskusi Penyusunan Roadmap Industrialisasi NTB, di Aula Bappeda Provinsi NTB, belum lama ini. (NM1)