Beranda ADVERTORIAL Pendataan Jumlah Peserta USBN SD/MI Masih Dalam Proses

Pendataan Jumlah Peserta USBN SD/MI Masih Dalam Proses

BERBAGI
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Junaidi. (Dok : NusraMedia)

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA – Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandart Nasional (USBN) jenjang SD/MI tidak lama lagi.

Khusus di Kabupaten Sumbawa, saat ini pendataan jumlah peserta USBN sendiri masih dalam proses pendataan.

Ini dimaksudkan, lantaran pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa tak ingin tergesa-gesa atau asal-asalan dalam melakukan penginputan data.

Sebab, persoalan jumlah perserta sangat berkaitan erat dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang kadang kala ditutup dan diperbaharui.

Sehingga, dalam hal ini Dikbud Sumbawa benar-benar melakukan proses pendataan yang mengedepankan sikap ketelitian sekaligus menyesuaikan dengan Dapodik.

Berita Terkait:  Jemput Bola, Jasa Raharja Sumbawa Bayarkan Santunan Dua Korban MD

“Sedang dalam proses (pendataan jumlah peserta USBN). Saat ini sedang berjalan, karena mulai digunakan. Kalau tahun lalu, peserta sekitar delapan ribuan,” kata Kepala Dinas Dikbud Sumbawa melalui, Kabid Pembinaan SD Dinas Dikbud setempat, Junaidi, SPd MPd, Rabu (27/2).

Sebelumnya, Kepala Dinas Dikbud Sumbawa, H Sahril, SPd MPd juga telah menyatakan sekaligus memastikan, untuk proses pelaksanaan USBN jenjang SD/MI di Kabupaten Sumbawa akan berjalan tanpa adanya gangguan.

Hal itu diungkapkannya, tak hanya bagi sekolah yang tidak terkena dampak gempa bumi beberapa waktu lalu. Namun juga, kelncaran tersebut dipastikan bagi sekolah yang terdampak akibat gempa.

Berita Terkait:  Jarot-Mokhlis Usung Kembali Sumbawa Sebagai Sentra Sapi

“Insya Allah, proses pelaksanaan ujian nasional nanti tidak ada kendala maupun gangguan,” ujarnya singkat.

Untuk diketahui, bencana gempa bumi yang terjadi di NTB pada tahun 2018 lalu, mengakibatkan sejumlah bangunan sarana pendidikan mengalami kerusakan.

Khusus di Kabupaten Sumbawa yang merupakan salah satu daerah terdampak, ada 18 Sekolah Dasar (SD) dengan kategori rusak berat. (*)