Beranda ADVERTORIAL FPM 2019 Diharapkan Sentuh Ekonomi Masyarakat

FPM 2019 Diharapkan Sentuh Ekonomi Masyarakat

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Pemkab Sumbawa telah menjadwalkan pelaksanaan Festival Pesona Moyo (FPM) tahun 2019 selama 18 hari yaitu mulai 11 hingga 29 September. Dengan menampilkan keaneka ragaman kegiatan, FPM kali ini diharapkan dapat lebih menyentuh pereknomian masyarakat Sumbawa.

Untuk memantapkan persiapan, rapat koordinasi penyelenggaran FPM pun digelar pada Rabu (4/9) di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa.Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri, MM saat membuka rakor,  menyampaikan harapan agar setiap event yang diselenggarakan dalam kegiatan Festival Pesona Moyo berlangsung semarak, sehingga dapat memberikan keuntungan komparatif, yang mampu mendongkrak perekonomian masyarakat setempat, juga dapat  meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta dapat membangkitkan seni budaya di Kabupaten Sumbawa.

Sementara ditemui usai rakor, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Iskandar D, M.Ec.Dev menyebutkan ada 17 rangkaian agenda dalam FPM 2019 diantaranya yaitu, Gebyar Pesta Jagung yang akan digelar pada Rabu pagi 11 September di Taman Mangga Sumbawa Besar, Cultural Parade pada Kamis sore 12 September di Halaman Kantor Bupati Sumbawa, Creative Dialogue pada Jum’at malam 13 September di Istana Dalam Loka, Fishing Tournament pada Sabtu pagi 14 September di Pantai Saliper Ate, Welcoming Ceremony of Sail Indonesia pada Sabtu malam 14 September di Desa Lab. Jambu Kec. Tarano, Saka Buffalo Race pada Minggu pagi 15 September di Sirkuit Sumer Payung Desa Karang Dima, dan Pasar Potengan yang merupakan event baru di FPM 2019 akan digelar pada Minggu siang 15 September di Desa Pernek Kec. Moyo Hulu, serta Opening Ceremony Festival Pesona Moyo 2019 digelar pada Minggu malam, 15 September di Halaman Kantor Bupati Sumbawa.

Berita Terkait:  Sumbawa Dilanda Banjir, BPBD Sumbawa Siaga!

Selanjutnya event Temu Usaha akan digelar pada Senin pagi 16 September di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati, yang bertepatan dengan gelaran Festival Tua Kawa di Desa Batu Dulang Kec. Batu Lanteh, Festival Samba pada Senin sore, 16 September di Desa Plampang Kec. Plampang, Festival Turen Tawer pada Selasa pagi 17 September di Desa Muer Kec. Plampang, Buffalo Fest pada Rabu pagi 18 September di Desa Empang Kec. Empang, Festival Teba Murin pada Kamis sore 19 September di Desa Lenangguar Kec. Lenangguar, Pemilihan Puteri Intan Bulaeng 2019 pada Kamis malam 19 September di Lapangan Pahlawan, kemudian Main Jaran yang akan diselenggarakan pada Sabtu pagi 21 September di Lapangan Kerato Angin Laut, dan dilanjutkan dengan Closing Ceremony Festival Pesona Moyo 2019 di tempat yang sama pada Minggu 29 September 2019.

Berita Terkait:  BI dan Polda NTB Tertibkan Money Changer Tak Berizin

“Tidak terlalu banyak beda dengan festival moyo sebelumnya, dalam arti ada agenda tambahan selain agenda yang ada bisanya. Tetapi tambahan ini yang nuansanya agak lain menyentuh ke pereonomian masyarakat,” ujarnya kepada wartawan.

Dijelaskan lebih jauh terkait agenda baru ‘Pasar Potengan’, karena pihaknya ingin mengangkat  produk usaha masyarakat “Poteng Sumbawa”. Hal ini coba digagas supaya pelaku usaha “Poteng” di Pernek khsusunya punya ruang ekspresi dan peluang bisnis kedepannya.

Kemudian untuk Festival Tua Kawa di Desa Batu Dulang karena di daerah setempat memproduksi kopi dan diharapkan bisa digabungkan dengan produk madu.

Berita Terkait:  Belum Lapor Harta Kekayaan, 11 ASN Terancam Sanksi Berat

“Sekarang kita mulai langkah pertama untuk orientasi festival ini sudah mulai kepada incumb minimal masyarakat kalau belum bagi daerah,” pungkasnya. (NM3)