Beranda ADVERTORIAL BPBD Kembali Salurkan Air Bersih

BPBD Kembali Salurkan Air Bersih

BERBAGI
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, Zainal Abidin

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah kembali menyalurkan air bersih ke berbagai daerah, seperti Kecamatan Lopok dan Kecamatan Plampang. Penyaluran air bersih dilakukan atas permintaan masyarakat kepada BPBD. Selain itu, air bersih juga tetap disalurkan ke daerah terdampak gempa secara berkala.

“Yang sudah di drop baru-baru ini, ke Kecamatan Lopok dan Kecamatan Plampang. Begitu ada permintaan langsung kita drop. Kemarin kita drop masing-masing satu tangki. Kita lanjut besok, hari ini unitnya diservis agar tidak ada kendala dilapangan,” kata Zainal Abidin, Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa.

Berita Terkait:  Musrenbang Dibuka Hj Rohmi, Doktor Zul Diundang Menristekdikti

Diungkapkan, setiap tahun,  Oktober dan November merupakan titik puncak permintaan air bersih oleh masyarakat. Tahun ini, intensitas permintaan air bersih diperkirakan akan sama  seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Setiap tahun itu, Agustus sudah mulai ada permintaan. Kita perkirakan intensitasnya tidak akan jauh berbeda dari sebelumnya, atau relatif sama,” jelasnya, juga menambahkan, termasuk untuk daerah langganan kekeringan seperti daerah pesisir, dan daerah lain yang kesulitan sumber air.

Ditegaskan, tahun ini, Kabupaten Sumbawa tidak mendapatkan bantuan sumur bor  dari BPBD Provinsi, termasuk kabupaten lain seperti Dompu dan Bima. Informasi dari BPBD Provinsi, tahun ini diturunkan bantuan sedikitnya 10 titik sumur bor se-NTB.

Berita Terkait:  DPRD NTB Bentuk Empat Pansus

“Proposal sumur bor yang masuk ke kita itu, kita teruskan ke provinsi. Itu mekanismenya. Nah, dapat atau tidak, itu provinsi yang tentukan,” jelasnya, sembari mengatakan, tahun lalu, Kabupaten Sumbawa mendapatkan bantuan sumor bor yang ditempatkan di Kecamatan Lape.

Dikatakan, selain itu, penyaluran air bersih tetap disalurkan ke daerah-daerah terdapak bencana, khususnya yang masih terdapat konsentrasi pengungsi. Seperti Labuhan Mapin dan Mapin Kebak, Kecamatan Alas Barat, dengan intensitas sekali per tiga hari.

Berita Terkait:  Agustus 2018, DPMPTSP Sumbawa Terbitkan 51 Izin Pariwisata

“Mereka punya tandon atau alat penampung yang kita  berikan. Masih ada pengungsi di Labuhan Mapin. Mapin Kebak juga masih ada walalupun sedikit. Begitu airnya kurang, kita drop lagi,” jelasnya. (*)