Beranda ADVERTORIAL BKPP Sumbawa Temukan Beberapa Kesalahan Pelamar CPNS

BKPP Sumbawa Temukan Beberapa Kesalahan Pelamar CPNS

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Sebanyak 8.233 pelamar resmi mendaftar CPNS di Kabupaten Sumbawa hingga ditutupnya masa pendaftaran pada Selasa (26/11) pukul 23.11 Wita. Sejauh ini verifikasi data yang masih berproses ditemukan beberapa kesalahan yang dilakukan oleh pelamar.

Salah satunya yaitu mengenai Surat Tanda Registrasi (STR) bagi tenaga kesehatan yang merupakan salah satu syarat CPNS formasi kesehatan. Dalam hal ini, ditemukan STR pelamar yang sudah diupload namun masa berlakunya habis atau telah kedaluwarsa.

Berita Terkait:  Dikbud Pastikan Pelaksanaan UN SD Terdampak Gempa Tanpa Gangguan

“Ada juga kalau di kesehatan STR itu wajib, prinsip sifatnya, wajib ada. STR itu kan ada batasan waktu kalau gak salah 5 tahun. Ada juga kejadian kita temukan STRnya kedaluwarsa, malahan ada STRnya yang mati dua hari dari waktu pendaftaran. Pendaftaran submitnya tanggal 12, STRnya tanggal 10. Dia upload cuman memang ndak bisa. Itu contoh,” ungkap Kepala BKPP Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Pengadaan dan Kesejahteraan  Aparatur, Budi Sastrawan, S.IP., M.Si, Rabu (27/11).

Berita Terkait:  Baiq Isvie Harap Eksekutif–Legislatif Solid Bangun NTB

Dikatakannya, banyak model karakteristik masalah yang dihadapai dalam pola pendaftaran CPNS 2019. Karena ketika pelamar mengupload berkas dan menyelesaikan pendaftaran atau sudah submit, maka melamar tidak bisa lagi menarik dokumen yang sudah  diupload tersebut.

“Memang banyak model karakteristik masalah yang kita hadapi terkait dengan pola pendaftaran CPNS tahun ini. Artinya dia tidak ada lagi proses pembuktian fisik pada pendaftaran ini. Pelamar itu kalau sudah dia sudah submit, mengupload dan mengirim di portal. Dia tidak bisa menarik kembali dokumennya itu apabila ada kesalahan. Dan itu otomatis gugur. Kalau kemarin tahun 2018 masih ada ruang untuk perbaikan,” jelasnya.

Berita Terkait:  Wajib Baca! DPMPTSP Tak Terbitkan HO Lagi, Alasannya..?

“Misalnya ada calon yang lupa melampirkan transkrip, kalau dulu ada pembuktian fisiknya. Kalau sekarang otomatis dia TMS (tidak memenuhi syarat),” tambahnya. (red)